Senin, 07 Januari 2019

Bangun Kebiasaan lama, KKN 31 UTM agendakan Senam Minggu Pagi.

KKN 31 Kompol


                Kesehatan merupakan hal yang memang layak untuk diperhatikan, agar tubuh kuat untuk bekerja. Selain menjaga pola makan, kesehatan fisik juga perlu untuk diperhatikan. Berolah raga salah satunya. Masyarakat Desa Kompol, dulu sering mengagendakan senam pada tiap minggu, namun kini kebiasaan tersebut tidak dilakukan kembali. Padahal hal itu sangatlah penting untuk dilakukan.
                Kedatangan KKN 31 UTM di Desa Kompol kali ini ingin membangun kembali kebiasaan masyarakat Desa Kompol untuk senam bersama. Membuka pemikiran masyarakat bahwa berolah raga itu penting.
                Kegiatan senam ini dilaksanakan di halaman sekolah SDN Kompol 3. Lokasi SDN Kompol 3 sendiri terletak di depan rumah kepala Desa Kompol. Halaman sekolah yang cukup luas dan lokasi yang dirasa strategis adalah alasan dipilihnya lokasi tersebut untuk kegiatan senam. Selain itu, halaman sekolah SDN Kompol 3 memang sering digunakan untuk kegiatan masyarakat.
                Kegiatan senam diadakan untuk pertama kalinya pada tanggal 6 Januari 2019, dimulai pukul setengah 7 hingga selesai. Tidak begitu pagi dan tidak begitu siang. Antusiasme warga pada hari pertama cukup banyak. Karena senam ini bersifat umum, warga datang dari berbagai kalangan. Ibu-ibu, anak muda bahkan siswa SDN Kompol 3 juga datang untuk meramaikan kegiatan tersebut.
                Berkat antusiasme warga, senam yang baru dilaksakanan pertama kali ini berlangsung meriah. Banyak kringat-kringat yang keluar dari tubuh peserta senam. Sehat dengan cara sederhana dan menyenangkan, itulah tujuan diadakannya senam tersebut.
                Hari minggu selanjutkan akan dilaksanakan senam kembali. Semoga peserta semakin banyak dan semakin semangat mengikuti kegiatan ini.
Salam dari KKN 31 Kompol. Bersama, bekerja untuk sesama.

Sosialisasi “Dosa” dan “Astra” (Produk Unggulan dari KKN 31 Kompol)

KKN 31 Kompol




Sabtu (05/01) Musim rambutan tak lantas membuat semua orang menjual buah rambutan. Ada baiknya, buah rambutan dapat diolah menjadi makanan yang memiliki nilai jual. Seperti yang dilakukan oleh KKN 31 Kompol kali ini, rambutan yang biasa dijual secara langsung dipasaran diolah menjadi makanan segar yang dapat melepas dahaga pada siang hari.
Asra atau asinan rambutan ini menjadi produk unggulan KKN 31 Kompol. Cara pembuatan asinan rambutan yang tak begitu rumit membuat makanan ini bisa dipraktikkan oleh ibu-ibu setempat dengan mudah. Ditambah lagi buat rambutan yang dapat dijumpai didepan rumah-rumah warga.
Selain Asra, produk unggulan KKN 31 yang lain adalah “Dosa” atau Donat Sawo. Seperti namanya, donat sawo ini berbahan dasar buah sawo, tidak menggunakan kentang untuk bahan bakunya. Dipilihnya buah sawo dalam pembuatan “Dosa” karena bauh sawo banyak ditemui di Desa Kompol, maka tentu sangat mudah dijumpai.
Pembuatan “Dosa” sendiri tidak jauh berbeda dengan membuat donat pada umumnya, hanya mengganti bahan dasar kentang dengan dengan buah Sawo. Untuk orang-orang yang tidak menyukai buah sawo, buah sawo kini bisa dinikmati dalam bentuk donat.
Dipilihnya dua bahan dasar tersebut, yaitu sawo dan rambutan karana dua buah tersebut mudah sekali ditemui di Desa Kompol. Pasalnya, masyarakat di Desa Kompol rata-rata memiliki pohon buah rambutan dan pohon buah sawo. Dari pada dijual dalam bentuk buah, tentu akan lebih menarik jika buah tersebut dipasarkan dengan bentuk olahan makanan.
Sosialisasi 2 produk unggulan KKN 31 ini di ikuti oleh kurang lebih 25 ibu-ibu, dimulai pukul 10.00 Wib. Antusias warga dalam mengikuti kegiatan ini beragam, selain karena memang ingin tahu bagaimana cara membuatnya juga karena ingin tahu bagaimana rasa dari kedua produk tersebut.
Setelah sosialisasi ini, diharapkan warga setempat bisa mempratekan sendiri dirumah masih-masih atau mungkin lebih baik lagi jika dapat dijual dan menambah penghasilan.

Kamis, 03 Januari 2019

Manfaatkan Malam Pergantian Tahun dengan Istighosah Bersama

KKN 31 Kompol



Senin (31/12) Berbeda dengan perayaan tahun baru yang lain, KKN 31 UTM kali ini lebih memilih untuk merayakan malam pergantian tahun dengan mengadakan istighosah bersama. Kegiatan tersebut dilaksanakan di posko KKN yang terletak di Dusun Penyantren. Di ikuti oleh warga sekitar Kecamatan Geger.
Kegiatan istigosah yang dihadiri sekitar 50 warga ini dibuka oleh sekretaris Desa Kompol yaitu bapak Busri. Tujuan dari acara ini sediri adalah untuk membangun silaturahmi dengan warga sekitar Desa Kompol, selain itu juga untuk memperkenalkan anggota KKN 31 yang menempati Desa Kompol.
Berlangsungnya acara ini dibantu oleh warga sekitar posko KKN 31. Saling bahu membahu untuk mempersiapkan acara istighosah. Acara istighosah merupakan proker pertama yang diadakan oleh KKN 31.  Acara ini berlangsung khimad dengan di pimpin oleh bapak sekdes desa kompol yang juga merupakan seorang ustad.
Dipilih acara istgosah ini, selain untuk memperkenalkan aggota kkn juga agar perayaan tahun baru tidak dilewati dengan melakukan kegiatan yang tidak berguna, seperti membakar petasan atau mengotori jalanan dengan sampah tahun baru.
Masyarakat Desa Kompol sangat antusias mengikuti acara tersebut, pasalnya selain merupakan acara yang bermanfaat masyarakat Desa Kompol juga tergolong agamis sehingga memiliki antusias besar terhadap acara tersebut.


Selasa, 01 Januari 2019

Desa “Kompol” Sebuah Nama Yang Terlahir dari Sejarah (Profil Desa)

KKN 31 Kompol


Desa Kompol adalah desa kecil yang terletak di Kecamatan Geger Kabupaten Bangkalan. Desa Kompol memiliki satu Kepala Desa yang bernama Pak Marsuki dan Sekretaris desa Pak Busri.  Desa dengan luas lahan pemukiman sekitar 21,5 Ha ini memiliki mata pencaharian rata-rata sebagai seorang petani. Lahan di Desa Kompol sendiri adalah perbukitan/pegunungan rendah.
            Letak Desa Kompol berbatasan dengan tiga desa lain, yaitu pada sebelah utara berbatasan dengan Desa Lergunong Kecamatan Klampis, selatan dan timurnya berbatasan dengan Desa Campor yang masih masuk di Kecamatan Geger, sedangkan di sebelah baratnya berbatasan dengan Desa Berbeluk Kecamatan Arosbaya.
            Desa Kompol memiliki 5 dusun, diantaranya Dusun Basen, Dusun Doroagung 1, Dusun Doroagung 2, Dusun Pangsekon dan yang terakhir yaitu Dusun Penyantren.
Desa Kompol adalah satu dari 13 desa yang terletak di Kecamatan Geger. Menurut cerita yang dituturkan oleh Sekretaris Desa yaitu Pak Busri, dulu desa Kompol memiliki 3 kepala desa, oleh sebab itu desa ini dinamakan Desa Kompol atau diartikan sebagai kumpul. Namun sejak 2 tahun terakhir Desa Kompol dipimpin oleh satu Kepala Desa saja.
Seperti namanya, desa Kompol atau dapat diartikan ‘kumpul’ ini memiliki warga yang ramah tamah. Senang berkumpul dan bergotong royong untuk membangun desa. Masyarakat desa Kompol rata-rata bekerja sebagai seorang petani. Sebagian penduduknya memilih merantau ke Malaysia daripada merantau ke Ibukota. Hal itu disebabkan karena pendidikan di desa ini yang masih tergolong rendah. Banyak anak-anak yang hanya menempuh pendidikan sampai tamat SD saja.
Sebenarnya Desa Kompol memiliki banyak potensi wisata, namun karena kurangnya pengetahuan masyarakat tempat-tempat yang memiliki potensi objek wisata masih belum bisa dikembangkan dengan baik. Selain objek wisata masih banyak sejarah mengenai Desa Kompol yang cukup menarik untuk digali lebih dalam lagi.
Maka dari itu, kedatangan teman-teman KKN sangatlah penting untuk membuka potensi wisata tersebut.

Bersama, untuk membantu sesama. Salam dari KKN 31 KOMPOL 2019

Minggu, 12 Agustus 2018

PAMERAN DARING DISEMINASI ONLINE

Sita Tobing
BROWNIES JAGUNG 69






Bahan :
2 buah jagung manis
2 butir telur
60 gr gula pasir
50 gr susu kental manis
60 gr minyak sayur
80 gr tepung terigu
SP (pengembang makanan)
Pewarna makanan
Keju
Mentega

Alat :
Mixer
Blender
Parutan keju
Loyang (cetakan)

Cara Membuat :
1. Rebus jagung selama kurang lebih 15 menit kemudian haluskan,
2. Mixer gula, SP, dan telur hingga berbusa (putih)
3. Campurkan adonan yang telah dimixer dengan tepung terigu, jagung, susu, dan minyak sayur,
4. Masukkan adonan ke dalam loyang yang telah diolesi mentega,
5. Kukus selama 20 menit atau hingga adonan matang,
6. Keluarkan brownies dari loyang dan tunggu hingga dingin,
7. Taburi brownies jagung dengan parutan keju ataupun sesuai selera.

Harga Jual :
Penentuan harga jual Brownies Jagung 69 bedasarkan pada harga produksi ditambahkan dengan margin keuntungan.
Adapun harga jual produk yang dimaksudkan adalah Rp 3.000@bungkus.

Pangsa Pasar :
Masyarakat Desa Kompol, Siswa SDN Kompol 3, Siswa Madrasah Diniyah Al Ghozali 2, Siswa TK Bintang Kecil.

Sabtu, 11 Agustus 2018

LOMBA MENYAMBUT HUT RI KE 73

Sita Tobing
Foto : Perlombaan nyoon ghaddang

Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 73tahun, KKN 69 UTM mengadakan perlombaan bagi ibu-ibu dan anak-anak. Jenis perlombaan KKN 69 yaitu lomba memasukkan paku dalam botol, lomba makan kerupuk, lomba memasukkan benang dalam jarum, lomba balap karung penguin, lomba pecah kendi, lomba tarik tambang, dan lomba nyoon ghaddang.

Perlombaan dilaksanakan dalam dua hari yaitu pelaksanaan lomba makan kerupuk dan lomba memasukkan paku dalam botol bagi anak-anak pada hari Jumat 3 Agustus 2018 sedangkan pada hari Minggu 5 Agustus 2018 pelaksanaan lomba balap karung penguin dan lomba pecah kendi bagi anak-anak; serta lomba tarik tambang, lomba memasukkan benang dalam jarum, lomba nyoon ghaddang bagi ibu-ibu. (af)

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Distributed By Gooyaabi Templates